Kredit Bermasalah



Disalin dari Surat Pembaca Kompas (Jawa Barat) Senin, 5 Juli 2010

Orangtua saya yang tinggal di Subang adalah pengusaha kecil menengah dalam bidang home furniture yang sedang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkankan usaha. Saat ini orang tua saya sedang mendapatkan banyak pesanan dari beberapa toko dan konsumen perorangan. Untuk memenuhinya, beliau hendak mengajukan kredit untuk menambah modal.

Setelah mencoba mengajukan ke beberapa bank swasta nasional, ternyata permohonan mereka selalu ditolak dengan alasan terdapat bi cheking dengan nomor laporan 12/5048558/DPIP/PIK00100201479 dengan collect 5 sebesar 1,5 juta pada kredit Kupedes BRI Unit Dangdeur, Subang 1991.

Yang menjadi permasalahan, orangtua saya tidak merasa pernah meminjam sebesar jumlah di atas. Orang Tua saya mengakui pernah mengajukan kredit Rp.35 juta pada 1998, dan sempat menunggak beberapa bulan karena usaha mereka terimbas krisis meoneter yang terjadi saat itu. Tetapi data di BRI tidak menunjukkan bahwa orangtua saya pernah bermasalah dalam kredit pada 1998 karena BRI hanya memiliki dua data kredit. Pertama, Kupedes tahun 1991 yang menurut BRI bermasalah dan kredit 2009 yng bermasalah.

Mereka sudah sering mengajukan kredit kepada BRI untuk mendukung usaha, tetapi tidak pernah bermasalah. Ini terbukti dari insentif yang mereka terima setiap semester. Apakah mereka seumur hidup tidak akan memperoleh kredit akibat adanya cheking BI ini? Hal tersebut selalu disampaikan pihak bank yang menolak aplikasi kredit orang tua saya.

Sebagai putra mereka saya concern atas masalah ini. Mereka kesulitan menambah modal untuk mengembangkan usaha ditengah program pemerintah yang berusaha meningkatkan usaha kecil menengah di masyarakat.

Saya mohon pihak berwenang, dalam hal ini BRI dan BI dapat memberikan solusi.

NANANG SUPRIYADI
Kampung Dayeuhkolot RT02 RW01
Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »