Mari Berpartisipasi Untuk Mengadvokasi Korban BI Checking / SLIK OJK



Banyak sudah korban-korban Sistim Informasi Debitur atau yang lebih umum dikenal dengan BI Checking. Sekarang mungkin istilahnya sudah berganti menjadi SLIK atau OJK Checking setelah Sistim Informasi Debitur sudah ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Kebanyakan korban menjadi tidak berdaya karena setelah capek mengurusnya tapi seakan harus menemui jalan buntu.

Ada banyak keinginan untuk menyeret Bank-bank arogan, yang nyata-nyata sudah salah, akan tetapi tidak mau mengakui kesalahan, malah sering menantang mempersilakan dibawa ke jalur hukum, akan tetapi ketika mencoba berhitung untuk biaya-biaya yang akan dikeluarkan yang jumlahnya bisa sampai puluhan juta, keinginan kuat itu perlahan namun pasti akan meredup. Pasrah. Meskipun dia tau konsekuensinya akan sangat susah untuk berhubungan dengan pihak Bank lagi.

Berkenaan dengan hal tersebut, Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN) mencoba mencari Dana  yang tujuannya untuk membiayai korban-korban yang ingin mencari keadilan atas masalah yang menimpanya tersebut, sekaligus untuk memberi pelajaran bagi Bankir-bankir Arogan yang tidak sudi mengoreksi diri, malah terkesan melecehkan Nasabahnya.

Dana   yang dibutuhkan untuk Biaya Operasional membiayai proses tersebut diperkirakan paling tidak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Target utamanya adalah, supaya pihak Bank melakukan koreksi Sistim Informasi Debitur sesuai kondisi yang sebenarnya.

Target berikutnya adalah meminta ganti rugi material maupun material. Nah dalam hal ada hasil ganti ruginya, dan bisa terkumpul sebesar Modal awal, maka dana-dana partisipasi akan dikembalikan. Bahkan akan dilebihkan secara proporsional kalau ternyata hasil ganti ruginya memadai. 

So, anda ingin bergabung?  Daftarkan partisipasi anda, berapapun adanya supaya bisa terkumpul paling tidak untuk modal awal, supaya kita bisa langsung bergerak untuk mengadvokasi mereka-mereka yang jadi korban.

Pembukuan dan pelaporan Dana Partisipasi  akan diupayakan setransparan mungkin demi pertanggungjawaban moral Lembaga kami kepada para Partisipan.


Untuk itu, mari, dan kita akan bisa lihat hasilnya seperti apa.
Atau apabila ada yang mau dikomunikasikan terlebih dahulu, bisa menghubungi kami melalui:
SMS/WA : 081219599520
Email : lembagabantuanmediasi@gmail.com

Untuk Menjadi bahan pertimbangan, ada baiknya membaca terlebih dahulu kisah-kisah korban yang kami tulis di Kompasiana antara lain:


https://www.kompasiana.com/pulosiregar/tahukah-bank-indonesia-mengenai-adanya-korbankorban-tak-berdosa-sistem-informasi-debitur_589304a5f692737d130be8b1

https://www.kompasiana.com/pulosiregar/59d73d6943322f2ff3690002/saran-dan-masukan-untuk-rpojk-tentang-layanan-pengaduan-konsumen-di-sektor-jasa-keuangan


Contoh-contoh kasus korban ketidaksesuaian Sistim Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia  atau Sistim Layanan Informasi Kredit (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan.


https://www.medianasabah.net/2018/04/geram-melihat-ulah-bank-yang-seperti-ini.html

Contoh Hakim Pengadilan Yang Memenangkan Nasabah Penggugat Karena Masalah Ketidaksesuai Sistim Informasi Debitur


***
Note:
Upaya pengumpulan Dana Partisipasi  ini juga sekalian menyampaikan pesan kepada Bank-bank Arogan, bahwa apa-apa yang kalian  lakukan sedang diamati, dikumpulkan bukti-bukti, dan disusun kekuatan untuk menyeret ke Ruang Pengadilan. Jadi jangan merasa aman-aman dulu.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »